Friday, March 21, 2025

Gamelan Untuk Pemula

           Ditulisan saya sebelumnya sudah saya sampaikan mengapa Gamelan menjadi pilihan saya untuk proses Healing. Lalu selanjutnya bagaimana kalau ada yang ingin ikutan main Gamelan? Dulu saya pun sempat bertanya – tanya bagaimana caranya ya? Terlalu sedikit informasi yang bisa saya peroleh waktu itu. Memang bisa saja dicari melalui mbah Google, tapi masalahnya apa key word yang mau ditulis? Mulai dari mana dulu nih? Ditulisan ini, saya berbagi cerita tentang berbagai hal yang perlu diketahui pada saat awal memulai perjalanan ber – Gamelan.

Memilih sanggar yang sesuai

        Meski saya mengenal sanggar yang saya ikuti saat ini karena ajakan teman, tetap saja saya menyarankan untuk melakukan pemilihan sanggar yag sesuai dengan kondisi anda. Jenis Gamelan yang ingin diikuti akan menentukan Sanggar mana yang dipilih. Jenis Gamelan pada umumnya ada 3, Gamelan Jawa (Yogjakarta/Solo), Gamelan Sunda dan Gamelan Bali. Saya sendiri memilih Gamelan Jawa. Tetapi secara umum, berikut beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan sanggar :

1.     1. Lokasi.

       Saya merasa cocok dengan sanggar ini, Sanggar Laraswangi, karena lokasi nya yang dekat dengan rumah. Sehingga tidak perlu usaha terlalu banyak untuk seminggu sekali datang kesini. Hal ini menjadi penting ketika kita memiliki berbagai kegiatan yang tempatnya berbeda – beda. Untuk saya, lokasi adalah pertimbangan yang pertama dalam memilih sanggar.

 

Gedung Pewayangan Kautamaan TMII

2.   2.   Profil Sanggar

        Tentu saja anda harus mengenal sanggar itu terlebih dahulu. Dengan membaca profil sanggar dan visi misinya, bisa sangat membantu. Latar belakang mengapa sanggar itu didirikan juga bisa memberikan gambaran seberapa professional tempat kursus yang akan anda ikuti. Lalu kegiatan – kegiatan apa saja kah yang pernah mereka ikuti seperti misalnya pentas di acara – acara tertentu, atau mempunyai program khusus setiap tahun nya dimana peserta didik bisa menunjukkan kebolehannya dalam bermain alat music ini. Anda tidak mau kan kalau baru ikut sebentar kemudian karena kurang peserta, kelas tidak bisa jalan.  Atau bahkan sudah lama belajar, tapi ko ga pernah diajak pentas ya? Aduh… jangan sampe deh…

 

3.     3. Tenaga Pengajar

        Mengenal pengajar yang akan memberikan pelajaran untuk kita, tentu saja akan memberikan kepercayaan diri bagi peserta didiknya. Karena dengan mengetahui pengalaman dari pengajar, maka kita dapat percaya bahwa kita akan memperoleh ilmu yang tepat. Kesabaran dari pengajar juga penting, mengingat ini adalah alat music yang dimainkan bersama – sama, sedangkan peserta didiknya berasal dari latar belakang yang berbeda dan level pembelajaran yang berbeda pula. Untuk itu belajar dari guru yang terbaik dan berpengalaman sangat diutamakan.

Itulah kira – kita beberapa hal yang perlu dipertimbangan pada saat pertama memutuskan akan mulai mengikuti sanggar yang sesuai. Biasanya tiap sanggar memperbolehkan kita untuk melakukan sesi uji coba diawal. Pada sesi ini, anda bisa mengikuti pembelajaran secara gratis. Dari sini, anda bisa menggali informasi tentang hal – hal diatas dengan lebih baik. Lalu setelah sesi ini, anda bisa memutuskan apakah akan lanjut atau mencari sanggar lain yang lebih sesuai.

Sebagai informasi, berikut daftar beberapa sanggar Gamelan di jabodetabek yang bisa dijadikan alternatif ;

-         -  Sanggar Laraswangi, Jenis Gamelan Jawa

  Gedung Pewayangan Kautamaan, Jl. TMII Pintu 1 No. 01, Pinang Ranti, RW3 Pinang Ranti, Jakarta    Timur. Jadwal Latihan : Rabu jam 10.00  dan 13.00

-         -  Samurti Andaru Laras, Janis Gamelan Jawa

Gedung SBN, Jl. Duren Tiga Raya No. 38, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Jadwal Latihan : Minggu jam 10.00 dan 12.30

-          - Yayasan Redi Waluyo, Jenis Gamelan Jawa

Jl. Kerja Bakti RT 05/RW 05 No. 1 Kelurahan Makassar, Jakarta Timur

-         -  Sangga Duta Pasundan, Jenis Gamelan Sunda (Degung)

Jl. Ciptakarya, Jl. Komp. PU No. 2-3 Blok J, Sumur Batu, Kec. Bantar Gebang, Bekasi

 

Mencoba Berbagai Alat gamelan

Karena ini adalah jenis kesenian tradisional, maka akan sulit untuk menemukan buku panduan yang diberikan diawal seperti kursus alat music modern lainnya.  Biasanya, metode yang digunakan adalah langsung praktek. Teori akan disampaikan satu persatu seiring dengan berjalannya proses pengajaran. Dan tentu saja, dengan metode seperti ini membutuhkan keaktifan dari peserta didik untuk bertanya dan mencatat semua materi yang disampaikan. Kadang – kadang materinya tidak beraturan, tapi dengan sedikit kesabaran, kita bisa mengikutinya.

Pada saat memulai kursus, biasanya pengajar akan mempersilahkan peserta didiknya untuk memilih jenis alat musik apa yang ingin dimainkan. Pada Gamelan Jawa, alat music yang dapat anda pilih adalah : Bonang Barung, Bonang Penerus, Saron, Demung, Slenthem, Peking, Kethuk, Kenong, Kendang dan Gong/Kempul.

Bermain Gamelan

Jika anda adalah pemula yang sama sekali belum pernah memainkan Gamelan atau alat music modern lainnya, saya menyarankan anda mencoba memainkan alat Kethuk, kenong atau Gong. Ketiga alat ini tidak memerlukan terlalu banyak keahlian, tapi membutuhkan banyak konsentrasi untuk mengikuti partiture yang diberikan. Meskipun demikian, ketiganya memegang peranan penting dalam setiap lagu yang dimainkan. Sehingga, tanpa ketiga alat ini, lagu yang dimainkan akan terdengar kurang harmonis, terutama Gong/Kempul.

Lain hal nya Jika anda belum pernah memainkan Gamelan tetapi sudah paham dengan alat music modern seperti piano atau keyboard, saya sarankan anda memilih Saron, Demung, Slenthem atau Peking. Keempat alat music ini memiliki beberapa kesamaan dari cara membaca partiture dan cara memainkannya. Jika anda menguasai satu saja dari keempat alat ini, maka seharusnya anda bisa memainkan semuanya secara bergilir. Peking mungkin membutuhkan sedikit lebih banyak konsentrasi karena ada sedikit perbedaan cara memukulnya.

            Alat music Gamelan yang membutuhkan kemampuan belajar  yang sedikit lebih tinggi adalah Bonang. Bonang Barung dan Bonang Penerus ini memegang peranan yang sangat penting dalam setiap lagunya. Bonang penerus merupakan alat music yang kerap menjadi pembuka dalam sebuah lagu. Memiliki cara tersendiri yang unik untuk memainkannya. Jadi sebaiknya kalau sudah bisa memainkan alat music yang lain, baru lah coba memainkan alat  music ini. Tapi, bisa juga uji nyali untuk langsung memainkan alat ini di kesempatan pertama. Asalkan amunisi sabar dan semangat juangnya tinggi…. He he…

            Untuk Kendang biasanya akan dipegang oleh pengajar nya sendiri atau orang yang sudah lebih berpengalaman. Karena memainkan Kendang ini membutuhkan keahlian khusus dan jam belajar yang lebih banyak. Sehingga untuk menguasai kendang akan sangat sulit jika digabung dalam grup. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada orang yang memiliki kemampuan lebih dalam bermusik sehingga lebih cepat menangkap pelajarannya.

            Dalam bermain Gamelan, tidak diwajibkan untuk hanya menguasai satu jenis alat music. Justru mencoba berbagai macam alat music yang ada akan lebih baik untuk mengerti cara bermain Gamelan secara Bersama – sama. Kita akan lebih mengetahui struktur dari setiap lagu dari sudut pandang alat yang berbeda.

 

Membaca partiture

            Selayaknya alat music modern, Gamelan  juga memiliki partiture yang digunakan untuk memainkan sebuah lagu. Tentu saja ada perbedaan dengan alat music modern pada skala nadanya. Pada Gamelan Jawa, notasi yang digunakan adalah Notasi Angka dengan skala nada Slendro dan Pelog. Notasi Slendro untuk skala nada pentatonic (lima nada), sedangkan Notasi Pelog untuk skala nada heptatonis (tujuh nada).

Partitur Gamelan


            Karena menggunakan Notasi Angka, maka sangat mudah bagi seorang pemula untuk bisa memainkan alat music nya. Selama bisa membaca huruf 1 sampai 7 maka aman lah ya. Dalam satu kali pertemuan, anda sudah pasti bisa memainkan lagu dasar secara bersama – sama. Tidak mungkin gagal deh pokoknya.

Sebetulnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca Notasi yaitu : Membaca tanda – tanda notasi, Membaca betuk Notasi dan Membaca Waktu dan tempo. Tapi untuk pemula seperti kita, cukup berfokus pada cara membaca Notasi Angka. Itu saja sudah cukup untuk bisa bermain alat musiknya secara Bersama – sama. Yang pasti, harus mendengarkan instruksi pengajarnya supaya bisa bermain music dengan harmonis.

 

Konsisten dan Persisten

            Dalam setiap usaha untuk menguasai kemampuan tertentu, tentu saja dibutuhkan konsistensi dan persistensi. Terutama dalam alat music Gamelan yang merupakan alat music berkelompok. Memainkan alat music secara berkelompok tentu berbeda dengan alat music solo. Dalam berkelompok dibutuhkan lebih banyak kesabaran, karena sering kali kita harus menunggu teman lain yang masih membutuhkan latihan lebih banyak. Atau sebaliknya, mungkin kita yang harus ditunggu oleh teman – teman yang lain karena kita tidak juga bisa memainkan alat music yang kita pegang dengan benar.

            Jangan juga dilupakan, bahwa dalam bermain secara berkelompok akan menumbuhkan rasa kebergantungan yang tinggi terhadap sesama pemain. Apalagi jika masing – masing pemain hanya menguasai satu jenis alat music saja. Maka tanpa kehadiran salah satu pemain, latihan tidak bisa berjalan. Untuk itu, konsistensi dan persistensi dari setiap individunya menjadi penting karena ini bukan hanya tentang diri sendiri, tapi tentang kita bersama. Bertanggung jawab dalam menjalankan perannya di dalam sebuah grup music.

 

Hari Wayang Nasional 2024

            Begitulah perjalanan saya dalam ber – Gamelan selama ini, masih seumur jagung. Tapi saya menyukainya dan saya bersyukur berada dalam lingungan yang selalu positif dan saling mendukung. Itu kenapa dalam waktu tiga bulan saja, saya yang pemula ini bisa ikut tampil dalam pertunjukan Gamelan untuk mengisi acara dalam suatu kegiatan yang prestisius.

Saya tunggu anda di kelas Gamelan ya… 💔

No comments:

Post a Comment