Di usia yang sudah mencapai setengah abad ini, banyak hal baru yang ingin saya mulai. Jika beberapa teman merasa usia lima puluh adalah usia yang agak tua untuk memulai sesuatu dari nol. Saya malah memilih untuk mengeksplorasi hal - hal baru. Saya mencari berbagai kegiatan untuk mengisi kekosongan yang selama ini sepertinya tidak saya sadari. Mungkin ini yang namanya krisis paruh baya, perjalanan menuju menopause... he he...
Tapi sepertinya masih ada
sesuatu yang kurang, saya ingin menceritakan semua pengalaman saya kepada
dunia. Untuk itu, tahun ini saya ingin mencoba satu lagi hal yang baru. Saya
ingin menulis, membagikan cerita tentang hal - hal yang menarik yang
saya jumpai sepanjang perjalanan hidup saya. Apakah itu sekedar pengalaman
sehari - hari atau tentang apa yang saya pikirkan dan lakukan.
Singkat cerita, saya mencari
berbagai informasi tentang cara menulis artikel yang baik dan benar. Setelah
sekian lama mencari, saya bertemu dengan instagram @Indscript.creative yang
diasuh oleh teh Indari. Entah kenapa dari sekian banyak iklan di IG tentang
kursus menulis yang berseliweran, saya memutuskan untuk mengikuti kursus
singkat ini. Dan ternyata kursus singkat ini membuka mata saya tentang dunia
penulisan yang berbeda dari yang saya pahami selama ini. Jargon yang digunakan
saat itu adalah "Nulis Jadi Duit" mungkin karena ada kata duit jadi
lah saya tertarik.... ha ha ha...
Terlepas
dari ketertarikan saya pada kata "Duit", sesunguhnya kursus ini
menjawab beberapa hal yang selama ini saya simpan dalam pikiran saya.
Pertanyaan yang sebelumnya tidak dapat saya ungkapkan, saya tidak tahu kata
yang tepat untuk merangkai sebuah pertanyaan. Jika saya tidak tahu apa yang mau
saya tanyakan, bagaimana saya menemukan jawabannya. Ternyata di dalam pertemuan
daring itu lah saya menemukan pertanyaan yang selama ini saya cari dan tentu
juga jawabannya. Bertanyalah, maka kamu akan menemukan jawabannya.
Untuk
Apa Menulis?
Pertanyaan pertama yang
saya temukan adalah ini. Saya suka menulis berbagai hal, pernah suatu ketika ada
saudara menanyakan tentang kisah masa lalu nya yang secara tidak sadar dia
lupakan. Karena saya berada pada kurun waktu yang sama dengan nya dulu, maka
dia meminta saya untuk menceritakan kembali kejadian - kejadian dimasa itu. Lalu
apa yang saya lakukan? saya membuat sebuah cerita untuk nya, seperti cerita
pendek tentang jalan hidup seorang anak kecil yang sebetulnya itu adalah diri
saudara saya sendiri.
Saya tidak dapat memikirkan
cara terbaik untuk memberitahu dia, selain dalam bentuk cerita pendek. Setelah
dia membaca cerita itu, dia mengerti dan bisa menjawab berbagai pertanyaan yang
ada di kepalanya. Berbagai macam kata "kenapa" yang perlu dia
ketahui. Saya tidak bisa menjawab semua itu dengan bahasa lisan saya, tapi
dengan cerita itu dia bisa menyimpulkan sendiri apa yang dia cari.
Setelah mendengarkan pemaparan dari teh Indari tentang apa manfaatnya menulis, saya kembali teringat pada kisah diatas. Saat itu, saya senang dapat membantu saudara saya menjawab berbagai pertanyaan yang hanya bisa dimengerti oleh dirinya sendiri. Dan dia pun merasa bersyukur karena dengan cerita itu banyak potongan - potongan kehidupan nya yang sebelumnya kosong, yang berpotensi mengganggu hubungan dia dengan keluarga yang lain, bisa terisi.
Saya pun mulai berpikir sepertinya benar apa yang dikatakan oleh teh Indari
bahwa kita menulis itu sebagai jalan kebaikan. Dan demikianlah pertanyaan
pertama saya terjawab sudah.
Bagaimana
Cara Mulai Menulis?
Ini adalah pertanyaan kedua yang saya temukan. Jadi
bukan seperti niat saya diawal mencari bagaimana cara menulis yang baik dan
benar. Tapi sesungguhnya adalah "Bagaimana cara memulai merangkai
tulisan". Dari pertemuan singkat tersebut, saya mengetahui bahwa menulis
itu tidak harus baik dan benar dulu, tapi mulai dulu kebiasaan menulis. Menulis
apa saja yang ingin ditulis, menulis untuk teman atau menulis untuk sekedar
mengosongkan isi kepala yang penuh dengan ide.
Ketika saya coba, ternyata benar kata teh Indari
"Menulis itu mudah". Waktu saya duduk dan mulai menulis, berbagai
kata dan kalimat mengalir seperti air. Berlomba untuk ditulis dan dirangkai
menjadi sebuah cerita. Menjahit tulisan adalah juga teknik yang disampaikan
oleh teh Indari. Kepingan - kepingan tulisan yang dulu pernah ada di coretan saya,
mulai tertuang satu persatu dan menyatu seperti puzzle yang sedang disusun.
Jadi ya, saya percaya menulis itu mudah.
Yang paling susah buat saya adalah konsistensi, rajin
menulis setiap hari. Mungkin itu kenapa disini dibuat program Tantangan menulis
setiap hari. Sebagai penulis pemula, membiasakan diri dengan hal ini cukup
sulit. Bukan karena tidak punya waktu, tapi karena berbagai alasan yang
sesungguhnya bisa dijawab sendiri kenapanya. Padahal untuk bisa menulis dengan
baik dan benar, ya harus mulai rajin menulis. Sehingga proses pembelajaran itu
terbentuk dengan sendirinya. Jadi sudah dua pertanyaan nih yang saya temukan
sekaligus jawabannya, keren kan ya.
Apakah
Menulis Mendatangkan Cuan?
Nah, seperti yang disampaikan
diatas bahwa mungkin yang menarik bagi saya adalah kata "Duit".
Sesungguhnya selama ini saya tidak pernah berpikir untuk berkarir dalam dunia
penulisan, karena saya tidak melihat peluang untuk bisa menghasilkan duit besar.
Pertanyaan satu ini tidak pernah lewat di pikiran saya. Meski saya selalu
takjub pada orang - orang yang bisa menulis cerita yang kemudian di buku kan,
bahkan ada yang kemudian di film kan. Tentu saja ini menghasilkan cuan yang
lumayan, ini adalah tingkatan berbeda dari kemampuan menulis biasa.
Temuan pertanyaan yang bagus
sekali dan jawabannya pun sudah disampaikan
secara gamblang di dalam kursus ini. Banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakukan
dari menguasai teknik menulis. Turunan pekerjaannya luas sekali dan cukup
menjanjikan untuk menjadi peluang berkarir. Dari sini juga saya mulai bisa mengerti
bahwa industri penulisan ini adalah bisnis yang bisa bertahan dari perkembangan
teknologi saat ini seperti AI, yang mulai menyisihkan berbagai macam jenis
pekerjaan “jadul”.
Apa
Peran Komunikasi dan Kolaborasi Dalam Bidang Penulisan?
Ini mungkin temuan pertanyaan terakhir yang bisa saya
sarikan. Saya selalu menggambarkan penulis itu sebagai pekerjaannya orang
introvert yang sukanya mengurung diri di kamar lalu tiba - tiba menelurkan
sebuah buku atau cerita pendek. Beberapa film yang saya tonton menggambarkan penulis
seperti orang yang mengisolasi dirinya dari dunia luar. Mereka hanya bekerja
sama dengan publiser atau editor nya saja. Bahkan sering
kali seorang penulis diceritakan menggunakan sosok samaran karena mereka tidak mau di
ketahui identitasnya. Minim interaksi dan komunikasi dengan dunia luar.
Sekarang ini dunia
logika saya seperti terbalik 180 derajat. Ternyata untuk menjadi penulis tidak
begitu, justru penulis harus banyak berkomunikasi dengan orang lain. Karena
dari situ lah berbagai macam ide bisa bermunculan. Dari mengamati perilaku
seseorang, mendengarkan cerita pribadi - pribadi yang sangat beragam,
bersilahturahmi dengan sesama penulis dan masih banyak lagi jenis interaksi
yang dibutuhkan oleh seorang penulis untuk bisa berkembang. Berkolaborasi
dengan sesama penulis pada akhirnya perlu dilakukan, karena dengan demikian
penulis bisa maju bersama. Saling mengisi kekosongan yang dimiliki masing -
masing penulis.
Akhirnya
dari mengikuti sekelebat kursus singkat tersebut, saya memutuskan untuk
mengikuti Kelas Artikel. Karena meskipun menulis itu mudah, tapi jika dilakukan
tanpa ilmu akan menjadi sesuatu yang sia - sia, karena mungkin tidak dapat
dimengerti oleh orang lain. Meski ini bukan kali pertama saya menulis, untuk
menjadi seorang penulis profesional tentu saja dibutuhkan kualifikasi yang
berbeda dari hanya sekedar bisa.
Dari kelas ini lah saya
memutuskan untuk memulai Blog saya hari ini. Selain sebagai hadiah untuk ulang
tahun saya yang ke 51 tahun, yang jatuh pada hari ini. Saya ingin dihari ini
ada sebuah pertanda di hidup saya, pertanda yang harapannya dapat bermanfaat
bagi umat dan sebagai jalan kebaikan.
Saya seperti menemukan sebagian
diri saya yang dulu tersembunyi. Saya bersyukur sudah bertemu dengan teh Indari
dengan @Indscript.creative nya, karena telah membuka dunia penulisan kepada
saya yang mungkin saja adalah jalan untuk menemukan diri sendiri. Masih banyak
yang perlu saya eksplorasi dari beliau dan komunitasnya. Siapa tahu nanti saya
bisa menulis Novel atau bahkan Autobiografi dengan mengikuti kelas - kelas yang
disediakan.
Tapi untuk sekarang, mari
mulai dengan baby step, tidak usah bermuluk - muluk, memulai saja
dulu untuk konsisten menulis artikel melalui blog yang baru berumur satu hari
ini. Bismillah untuk bisa Istiqomah.... Salam menulis 🖊

No comments:
Post a Comment