Thursday, March 20, 2025

Menemukan Diri Dalam Menulis

       Di usia yang sudah mencapai setengah abad ini, banyak hal baru yang ingin saya mulai. Jika beberapa teman merasa usia lima puluh adalah usia yang agak tua untuk memulai sesuatu dari nol. Saya malah memilih untuk mengeksplorasi hal - hal baru. Saya mencari berbagai kegiatan untuk mengisi kekosongan yang selama ini sepertinya tidak saya sadari. Mungkin ini yang namanya krisis paruh baya, perjalanan menuju menopause... he he... 

       Tapi sepertinya masih ada sesuatu yang kurang, saya ingin menceritakan semua pengalaman saya kepada dunia. Untuk itu, tahun ini saya ingin mencoba satu lagi hal yang baru. Saya ingin menulis, membagikan cerita tentang hal - hal yang menarik yang saya jumpai sepanjang perjalanan hidup saya. Apakah itu sekedar pengalaman sehari - hari atau tentang apa yang saya pikirkan dan lakukan. 


Singkat cerita, saya mencari berbagai informasi tentang cara menulis artikel yang baik dan benar. Setelah sekian lama mencari, saya bertemu dengan instagram @Indscript.creative yang diasuh oleh teh Indari. Entah kenapa dari sekian banyak iklan di IG tentang kursus menulis yang berseliweran, saya memutuskan untuk mengikuti kursus singkat ini. Dan ternyata kursus singkat ini membuka mata saya tentang dunia penulisan yang berbeda dari yang saya pahami selama ini. Jargon yang digunakan saat itu adalah "Nulis Jadi Duit" mungkin karena ada kata duit jadi lah saya tertarik.... ha ha ha...

        Terlepas dari ketertarikan saya pada kata "Duit", sesunguhnya kursus ini menjawab beberapa hal yang selama ini saya simpan dalam pikiran saya. Pertanyaan yang sebelumnya tidak dapat saya ungkapkan, saya tidak tahu kata yang tepat untuk merangkai sebuah pertanyaan. Jika saya tidak tahu apa yang mau saya tanyakan, bagaimana saya menemukan jawabannya. Ternyata di dalam pertemuan daring itu lah saya menemukan pertanyaan yang selama ini saya cari dan tentu juga jawabannya. Bertanyalah, maka kamu akan menemukan jawabannya.




Untuk Apa Menulis?

Pertanyaan pertama yang saya temukan adalah ini. Saya suka menulis berbagai hal, pernah suatu ketika ada saudara menanyakan tentang kisah masa lalu nya yang secara tidak sadar dia lupakan. Karena saya berada pada kurun waktu yang sama dengan nya dulu, maka dia meminta saya untuk menceritakan kembali kejadian - kejadian dimasa itu. Lalu apa yang saya lakukan? saya membuat sebuah cerita untuk nya, seperti cerita pendek tentang jalan hidup seorang anak kecil yang sebetulnya itu adalah diri saudara saya sendiri.

Saya tidak dapat memikirkan cara terbaik untuk memberitahu dia, selain dalam bentuk cerita pendek. Setelah dia membaca cerita itu, dia mengerti dan bisa menjawab berbagai pertanyaan yang ada di kepalanya. Berbagai macam kata "kenapa" yang perlu dia ketahui. Saya tidak bisa menjawab semua itu dengan bahasa lisan saya, tapi dengan cerita itu dia bisa menyimpulkan sendiri apa yang dia cari.

        Setelah mendengarkan pemaparan dari teh Indari tentang apa manfaatnya menulis, saya kembali teringat pada kisah diatas. Saat itu, saya senang dapat membantu saudara saya menjawab berbagai pertanyaan yang hanya bisa dimengerti oleh dirinya sendiri. Dan dia pun merasa bersyukur karena dengan cerita itu banyak potongan - potongan kehidupan nya yang sebelumnya kosong, yang berpotensi mengganggu hubungan dia dengan keluarga yang lain, bisa terisi. 

        Saya pun mulai berpikir sepertinya benar apa yang dikatakan oleh teh Indari bahwa kita menulis itu sebagai jalan kebaikan. Dan demikianlah pertanyaan pertama saya terjawab sudah.


Bagaimana Cara Mulai Menulis?

        Ini adalah pertanyaan kedua yang saya temukan. Jadi bukan seperti niat saya diawal mencari bagaimana cara menulis yang baik dan benar. Tapi sesungguhnya adalah "Bagaimana cara memulai merangkai tulisan". Dari pertemuan singkat tersebut, saya mengetahui bahwa menulis itu tidak harus baik dan benar dulu, tapi mulai dulu kebiasaan menulis. Menulis apa saja yang ingin ditulis, menulis untuk teman atau menulis untuk sekedar mengosongkan isi kepala yang penuh dengan ide. 

        Ketika saya coba, ternyata benar kata teh Indari "Menulis itu mudah". Waktu saya duduk dan mulai menulis, berbagai kata dan kalimat mengalir seperti air. Berlomba untuk ditulis dan dirangkai menjadi sebuah cerita. Menjahit tulisan adalah juga teknik yang disampaikan oleh teh Indari. Kepingan - kepingan tulisan yang dulu pernah ada di coretan saya, mulai tertuang satu persatu dan menyatu seperti puzzle yang sedang disusun. Jadi ya, saya percaya menulis itu mudah.

        Yang paling susah buat saya adalah konsistensi, rajin menulis setiap hari. Mungkin itu kenapa disini dibuat program Tantangan menulis setiap hari. Sebagai penulis pemula, membiasakan diri dengan hal ini cukup sulit. Bukan karena tidak punya waktu, tapi karena berbagai alasan yang sesungguhnya bisa dijawab sendiri kenapanya. Padahal untuk bisa menulis dengan baik dan benar, ya harus mulai rajin menulis. Sehingga proses pembelajaran itu terbentuk dengan sendirinya. Jadi sudah dua pertanyaan nih yang saya temukan sekaligus jawabannya, keren kan ya.


Apakah Menulis Mendatangkan Cuan?

Nah, seperti yang disampaikan diatas bahwa mungkin yang menarik bagi saya adalah kata "Duit". Sesungguhnya selama ini saya tidak pernah berpikir untuk berkarir dalam dunia penulisan, karena saya tidak melihat peluang untuk bisa menghasilkan duit besar. Pertanyaan satu ini tidak pernah lewat di pikiran saya. Meski saya selalu takjub pada orang - orang yang bisa menulis cerita yang kemudian di buku kan, bahkan ada yang kemudian di film kan. Tentu saja ini menghasilkan cuan yang lumayan, ini adalah tingkatan berbeda dari kemampuan menulis biasa.

Temuan pertanyaan yang bagus sekali dan jawabannya pun sudah  disampaikan secara gamblang di dalam kursus ini. Banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakukan dari menguasai teknik menulis. Turunan pekerjaannya luas sekali dan cukup menjanjikan untuk menjadi peluang berkarir. Dari sini juga saya mulai bisa mengerti bahwa industri penulisan ini adalah bisnis yang bisa bertahan dari perkembangan teknologi saat ini seperti AI, yang mulai menyisihkan berbagai macam jenis pekerjaan “jadul”. 


Apa Peran Komunikasi dan Kolaborasi Dalam Bidang Penulisan?

        Ini mungkin temuan pertanyaan terakhir yang bisa saya sarikan. Saya selalu menggambarkan penulis itu sebagai pekerjaannya orang introvert yang sukanya mengurung diri di kamar lalu tiba - tiba menelurkan sebuah buku atau cerita pendek. Beberapa film yang saya tonton menggambarkan penulis seperti orang yang mengisolasi dirinya dari dunia luar. Mereka hanya bekerja sama dengan publiser atau editor nya saja. Bahkan sering kali seorang penulis diceritakan menggunakan sosok samaran karena mereka tidak mau di ketahui identitasnya. Minim interaksi dan komunikasi dengan dunia luar.

Sekarang ini dunia logika saya seperti terbalik 180 derajat. Ternyata untuk menjadi penulis tidak begitu, justru penulis harus banyak berkomunikasi dengan orang lain. Karena dari situ lah berbagai macam ide bisa bermunculan. Dari mengamati perilaku seseorang, mendengarkan cerita pribadi - pribadi yang sangat beragam, bersilahturahmi dengan sesama penulis dan masih banyak lagi jenis interaksi yang dibutuhkan oleh seorang penulis untuk bisa berkembang. Berkolaborasi dengan sesama penulis pada akhirnya perlu dilakukan, karena dengan demikian penulis bisa maju bersama. Saling mengisi kekosongan yang dimiliki masing - masing penulis. 

 

        Akhirnya dari mengikuti sekelebat kursus singkat tersebut, saya memutuskan untuk mengikuti Kelas Artikel. Karena meskipun menulis itu mudah, tapi jika dilakukan tanpa ilmu akan menjadi sesuatu yang sia - sia, karena mungkin tidak dapat dimengerti oleh orang lain. Meski ini bukan kali pertama saya menulis, untuk menjadi seorang penulis profesional tentu saja dibutuhkan kualifikasi yang berbeda dari hanya sekedar bisa.

Dari kelas ini lah saya memutuskan untuk memulai Blog saya hari ini. Selain sebagai hadiah untuk ulang tahun saya yang ke 51 tahun, yang jatuh pada hari ini. Saya ingin dihari ini ada sebuah pertanda di hidup saya, pertanda yang harapannya dapat bermanfaat bagi umat dan sebagai jalan kebaikan.

Saya seperti menemukan sebagian diri saya yang dulu tersembunyi. Saya bersyukur sudah bertemu dengan teh Indari dengan @Indscript.creative nya, karena telah membuka dunia penulisan kepada saya yang mungkin saja adalah jalan untuk menemukan diri sendiri. Masih banyak yang perlu saya eksplorasi dari beliau dan komunitasnya. Siapa tahu nanti saya bisa menulis Novel atau bahkan Autobiografi dengan mengikuti kelas - kelas yang disediakan.

Tapi untuk sekarang, mari mulai dengan baby step, tidak usah bermuluk - muluk, memulai saja dulu untuk konsisten menulis artikel melalui blog yang baru berumur satu hari ini. Bismillah untuk bisa Istiqomah.... Salam menulis 🖊

No comments:

Post a Comment